PERKEMBANGAN TEKNOLOGI ANGKUTAN KERETA API

Posted: 3 Maret 2010 in Jalan Rel

Disalin dari http://elizareally.wordpress.com

Komponen-komponen dasar kereta api adalah rel sejajar yang rata (sepur) dan kereta/kendaraan yang dilengkapi dengan roda yang mempunyai sayap/pinggiran (flanged wheels). Dengan menyediakan sepur yang rata untuk roda yang berjalan diatasnya, gesekan menjadi jauh berkurang dibandingkan dengan roda yang berjalan diatas jalan yang kasar atau berlumpur.

Pada awalnya kereta ditarik dengan menggunakan tenaga manusia dan kuda, dan konsekwensinya dapat ditarik kereta yang berada diatas rel dengan beban yang jauh lebih berat dari pada beban yang dapat ditariknya diatas jalan yang kasar dan/atau berlumpur.

Tidak ada orang yang mengetahui secara pasti kapan prinsip ini pertama ditemukan, tetapi ada petunjuk yang menyiratkan bahwa kereta api pertama kali dipergunakan pada tambang batu bara di Inggris pada abad ke 17.

Pada saat itu sepur dibuat dari kayu dan dibangun mulai dari tempat batu bara ditambangkan melalui terowongan sampai pada tempat penumpukan diluar pintu terowongan. Dengan demikian penambang akan dengan mudah menarik kereta kayu beroda kayu yang penuh berisi batu bara.

Pada waktu rel-rel kayu dan roda-roda kayu diganti dengan rel-rel besi dan roda-roda besi yang mengurangi gesekan, dengan demikian jumlah batu bara yang dapat ditarik semakin meningkat.

Perkembangan berikutnya adalah membangun sepur kereta api yang menghubungkan tambang batu bara ke tempat pengecoran besi atau perairan pedalaman yang paling dekan dengan pelabuhan laut.

Kemudian digunakan tenaga kuda untuk menarik gerbong. Walaupun lebih lambat namun berat batu bara yang dapat ditarik oleh tiap kuda ditas rel jauh lebih besar.

Pada tahap ini kereta pai belum dapat dikategorikan sebagai angkutan umum. Kereta api dibangun dan dimiliki hanya untuk menyediakan pelayanan khusus angkutan batu bara dari tempat penambangan sampai pada tempat pengecoran besi atau sampai pada pelabuhan/perairan pedalaman yang jaraknya relatif dekat.

Pada tahun 1825 perkembangan teknis mesin uap yang mulai dikembangkan pada akhir abad 18 dengan tujuan untuk menyediakan sumber tenaga bagi industri, telah mencapai titik dimana mesin uap dapat dimanfaatkan sebagai tenaga penggerak kereta api.

Penerapan pertama dilakukan pada kereta api yang dibangun dari Stockton ke Darlington yang menghubungkan tambang batu bara di Darlington ke pelabuhan laut Stockton yang menpunyai jarak 20 km. Hal tersebut merupakan suatu keberhasilan komersial yang segera dan dalam waktu yang sangat singkat telah menyebabkan dibangunnya ratusan perusahaan kereta api di seluruh dunia.

Walaupun pada mulanya kereta api dikembangkan untuk angkutan barang, perusahaan-perusahaan komersial segera menyadari bahwa terdapat pula permintaan yang besar untuk angkutan penumpang.

Sebelum kereta api dikembangkan menjadi angkutan penumpang, orang masih jarang melakukan perjalanan terutama untuk jarak jauh karena lambatnya waktu tempuh, mahal dan seringkali membahayakan. Namun pada tahun 1980-an perjalan dengan kecepatan 100 km/jam sudah memungkinkan untuk dilakukan dengan menggunakan angkutan kereta api.

Bahkan pada bulan April tahun 1999 sudah dilaksanakan test operasi kereta api dengan kecepatan 552 km/jam di Jepang, yaitu menggunakan teknologi kereta api yang diperkenalkan pertama kali oleh Germany Transrapid System yang disebut kereta api MAGLEV (magnetically levitated train).

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s